VTEM skitter

Reciprocating Compressor

VTEM skitter

Rotary Compressor

VTEM skitter

Centrifugal Compressor

VTEM skitter

Screw Compressor

VTEM skitter

Scroll Compressor

Indonesia dinilai sudah menjadi basis produksi manufaktur terbesar di ASEAN, di mana hal ini seiring dengan upaya pemerintah saat ini yang ingin mentransformasi ekonomi agar fokus terhadap pengembangan industri pengolahan nonmigas.

“Jadi, kita telah menggeser dari commodity based ke manufactured based,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Manufaktur menjadi kunci penting guna memacu perekonomian nasional karena lebih produktif dan memberikan efek berantai yang luas.

Menurut Menperin, industri mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan devisa dari ekspor, serta penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.

“Jangan sampai kita terus mengekspor sumber daya alam mentah kita tanpa pengolahan,” ujarnya.

Apabila dilihat dari sisi pertumbuhan manufacturing value added (MVA), Indonesia menempati posisi tertinggi di antara negara-negara di ASEAN. MVA Indonesia mampu mencapai 4,84 persen, sedangkan di ASEAN berkisar 4,5 persen. Di tingkat global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-9 dunia.

“Ekonomi Indonesia berbeda dengan negara ASEAN yang lain, disebabkan sekarang Indonesia sudah masuk dalam one trillion dollar club,” jelas Airlangga.

Untuk itu, pemerintah menitikberatkan pada pendekatan rantai pasok industri nasional agar lebih berdaya saing di tingkat domestik, regional, dan global.

“Ekonomi bergeser ke pasifik. Di Jepang manufakturnya sekitar 0,2 persen karena basis produksinya di luar Jepang,” kata Menperin.

Langkah pemerintah Indonesia yang sedang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggenjot sektor industri manufaktur juga dilakukan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Filipina dan Vietnam.

“Bahkan, beberapa negara ASEAN sudah membuat roadmap Industry 4.0. Kita juga catching up di era ekonomi digital ini,” imbuhnya.

Menurut Airlangga, kekuatan ekonomi Indonesia 80 persen berbasis pasar dalam negeri dan sisanya ekspor. Hal ini tidak sama dengan Singapura atau Vietnam yang hampir keseluruhannya berorientasi ekspor.

“Perbedaannya, kita punya domestic market yang besar. Ini asset penting kita,  selain orientasi ekspor juga perlu menjaga potensi domestik,” tuturnya.

Terlebih, peluang ekspor industri manufaktur nasional masih terbuka lebar khususnya ke pasar ASEAN. Sebanyak 50 pabrik Indonesia telah beroperasi di Vietnam dan Thailand. Potensi ekspor nasional bisa lebih ditingkatkan terutama melalui pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.  Airlangga pun mencontohkan, industri kemasan, makanan hingga semen yang keberadaannya harus dekat dengan konsumen, tidak efisien lagi untuk ekspor menggunakan transportasi karena tidak sebanding biayanya.

“Maka dia harus ekspansi dalam bentuk corporate action. Di situ Kemenperin terus dorong. Beberapa perusahaan telah membuka pasar baru seperti di Nigeria. Kita sudah ada pabrik makanan di sana, dan rencana baru akan ekspansi lagi perusahaan berbasis pupuk,” ungkapnya.

Sumber: https://www.antaranews.com

1     RI mampu jadi pusat pertumbuhan industri petrokimia

RI mampu jadi pusat pertumbuhan industri petrokimia

Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia dan bisa lebih kompetitif di tingkat Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan semakin meningkatnya investasi dan ekspansi dari sejumlah produsen di dalam negeri.Salah...
Read more 
2     Kinerja Industri Manufaktur Nasional Semakin Membaik

Kinerja Industri Manufaktur Nasional Semakin Membaik

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan industri manufaktur nasional menunjukkan kinerja yang semakin membaik dengan adanya ekspansi dan peningkatan tenaga kerja.Berdasarkan laporan indeks manajer pembelian (purchasing manager...
Read more 
3     Pertumbuhan nilai tambah manufaktur RI tertinggi ASEAN

Pertumbuhan nilai tambah manufaktur RI tertinggi ASEAN

Indonesia dinilai sudah menjadi basis produksi manufaktur terbesar di ASEAN, di mana hal ini seiring dengan upaya pemerintah saat ini yang ingin mentransformasi ekonomi agar fokus terhadap pengembangan industri pengolahan nonmigas.“Jadi, kita...
Read more 
4     3 Sektor Industri Ini Butuh Standardisasi Hadapi Revolusi 4.0

3 Sektor Industri Ini Butuh Standardisasi Hadapi Revolusi 4.0

Negara-negara di Kawasan Asia Tengara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN telah menyepakati kerja sama pengembangan sektor industri tertentu dalam menghadapi revolusi 4.0Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan...
Read more 

Visitors Counter

082185
TodayToday19
YesterdayYesterday234
This_WeekThis_Week1475
This_MonthThis_Month6310
All_DaysAll_Days82185